SEKILAS INFO >
NPCI Kabupaten Klaten
Senin, 21-09-2020

Benarkah Anak IPA Lebih Stres Dari Anak IPS? Ini Kata Psikolog

Senin, 21 September 2020

Jakarta – Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Purworejo membuat penelitian mengenai perbedaan komposisi air seni atau pipis dari anak IPA dan IPS. Hasilnya menunjukkan, anak IPA memiliki urine dengan pH dan kadar glukosa lebih tinggi. Hmm..

Menurut salah satu penelitian dikompetisikan dalam Indonesia Fun Science Award 2019 tersebut, perbedaan ini kemungkinan dipengaruhi juga oleh tingkat stres. Diyakini, karena mata pelajaran anak IPA lebih rumit. Wah, anak IPS bisa ngamuk-ngamuk nih!

Menurut Psikolog Klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla MPsi, anak IPA dan anak IPS sama-sama bisa bisa menghadapi stres di sekolah. Khususnya ketika menghadapi ujian nasional. Dua-duanya sama-sama harus mempersiapkan diri dan kelulusan mereka dipertaruhkan di sini.

“Hanya saja yang membedakan adalah materi pelajaran yang diikutsertakan dalam ujian. Pada IPA yang pelajaran andalannya adalah MAFIA (Matematika Fisika Kimia) dan Biologi, mereka dituntut untuk mampu berpikir logika hitungan, dan berpikir ilmiah, melakukan penelitian laboratorium, menganalisa aksi reaksi tekanan, berat, dan zat,” ujar Vero, demikian sapaannya, saat dihubungi detikHealth, Kamis (7/3/2019).

sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4457488/benarkah-anak-ipa-lebih-stres-dari-anak-ips-ini-kata-psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

NPCI Kabupaten Klaten merupakan organisasi yang bergerak di bidang pembinaan atlet penyandang Disabilitas Klaten. Pada waktu berdiri di Klaten NPCI masih bergabung dengan KONI kabupaten Klaten.
Sejak 15 Maret 2015 NPCI Klaten yang dulu bernama NPC ( National Paralympic Committee) sudah berdiri sendiri dan dibulan Maret 2019 berganti nama menjadi NPCI Klaten.

Penyandang Disabilitas yang di Bina NPCI adalah:

1. Disabilitas Netra

2. Disabilitas Daksa :
a. Less Autress
b. Amputi
c. Paraplegia
d. cerebal Palsy
e. Perawakan pendek atau tubuh pendek (cebol)

3. Disabilitas Grahita

4. Disabilitas rungu wicara

Postur Pendek Putri
T/F41:
- Tinggi berdiri maksimal 137 cm
- Panjang Lengan ≤ 63 cm
- Jumlah tinggi berdiri dan panjang lengan ≤ 190 cm

T/40:
- Tinggi berdiri maksimal 125 cm

Kontak

National Paralympic Committee Indonesia Kab.Klaten

Jl.Krajan- Mundu KM 2,5 Gentan Pomah Tulung Klaten

0815 6783 3716 / 0896 6888 8892

npciklaten@gmail.com

Jam